Kisah Kami
Sejarah Gubah
Bagaimana sebuah ide kecil untuk menyimpan cerita berkembang menjadi platform builder halaman digital.
Gubah tidak lahir secara tiba-tiba. Sebelum menjadi Gubah, platform ini berawal dari sebuah ide bernama Journal Couple, yaitu platform untuk menyimpan cerita pasangan dalam bentuk halaman digital menggunakan template yang sudah disediakan.
Awalnya, Journal Couple dirancang untuk membantu pasangan menyimpan cerita, momen, dan perjalanan hubungan mereka secara lebih personal. Dari konsep tersebut, muncul ide untuk mengembangkan template lain, terutama undangan digital, karena struktur datanya memiliki banyak kesamaan: nama, foto, tanggal, cerita, lokasi, galeri, dan informasi acara.
Namun, seiring proses pengembangan, muncul pertanyaan yang lebih besar: jika setiap template harus dibuat dengan kode panjang satu per satu, mengapa tidak sekalian membangun sistem builder?
Dari pemikiran itulah arah produk mulai berubah. Alih-alih hanya membuat banyak template statis, Gubah diarahkan menjadi sebuah builder engine yang memungkinkan pengguna menyusun halaman digital sendiri. Builder ini dirancang agar hasil akhirnya dapat dirender menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript murni, sehingga halaman tetap ringan dan nyaman dibuka, termasuk di perangkat dengan spesifikasi rendah.
Pada awalnya, builder ini sempat dipikirkan hanya untuk undangan digital. Tetapi, jika hanya terbatas pada undangan, potensi builder terasa terlalu sempit. Karena itu, konsepnya diperluas agar bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan lain, seperti ucapan ulang tahun, ucapan wisuda, bio pasangan, halaman profil, event page, halaman untuk menyatakan perasaan, dan berbagai momen personal lainnya.
Setelah melalui beberapa kali revisi konsep dan rebranding, arah produk akhirnya dikunci sebagai mobile-first digital page builder. Fokus awalnya adalah pengalaman membuat halaman melalui canvas mobile, karena mayoritas pengguna akan mengakses dan membagikan halaman dari ponsel. Dukungan untuk tampilan dan pengalaman desktop tetap disiapkan untuk pengembangan berikutnya.
Nama Gubah juga melalui proses panjang. Sebelum menjadi Gubah, sempat muncul beberapa nama seperti Laman dan Bloka. Nama Laman terasa relevan, tetapi sudah banyak digunakan. Bloka juga sempat dipertimbangkan karena dekat dengan konsep block-based builder, tetapi terasa kurang kuat dan berisiko mirip dengan nama lain. Akhirnya dipilihlah nama Gubah.
Kata Gubah memiliki makna menyusun, merangkai, dan mengubah sesuatu menjadi bentuk yang lebih indah. Makna ini sangat sesuai dengan konsep utama produk: membantu pengguna menyusun section, layer, teks, foto, warna, animasi, dan elemen lainnya menjadi halaman digital yang personal dan bermakna.
Identitas visual Gubah juga dibangun dari konsep yang sama. Logo Gubah terinspirasi dari gaya UI/UX modern, khususnya efek glassmorphism yang menggunakan elemen transparan, layer bertumpuk, depth, opacity, dan gradasi warna. Komponen-komponen kaca tersebut disusun membentuk huruf G, sebagai representasi dari nama Gubah sekaligus simbol dari proses membangun halaman.
Setiap elemen pada logo mewakili bagian dari builder: layer, section, block, opacity, shadow, warna, dan komposisi. Warna ungu dan indigo membawa kesan digital, kreatif, dan modern, sementara aksen pink memberi sentuhan personal dan emosional untuk mewakili momen-momen spesial pengguna.
Dari perjalanan itu, Gubah hadir sebagai platform untuk membantu siapa saja mengubah ide, cerita, dan momen menjadi halaman digital yang indah, ringan, mudah dibuat, dan mudah dibagikan.